BRMP Bali Laksanakan Koordinasi LTT Padi di BPP Payangan Gianyar
Gianyar, 14 April 2026 - Salah satu indikator penting dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah BPP Kecamatan Payangan adalah Luas Tambah Tanam (LTT) padi. Koordinasi menjadi langkah strategis untuk memastikan percepatan tanam padi. Koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan keterlambatan tanam serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan guna meningkatkan capaian LTT padi.
Koordinasi LTT oleh BMRP Bali dilaksanakan dengan Penyuluh Pertanian Provinsi Bali, Koordinator BPP Payangan dan PPL wilayah Binaan se Kecamatan Payangan, berlokasi di BPP Kecamatan Payangan.
Koordinator BPP Kecamatan Payangan, I Ketut Suwarna, S.TP., mengawali dengan pemaparan capaian target dan realisasi LTT Padi pada di Kecamatan Payanagan. Menurutnya pada bulan Maret 2026 target LTT padi yang dicanangkan seluas 300,00 ha dengan realisasi seluas 140,57 ha (capaian 46,86%). Sedangkan target LTT di bulan April 2026 dicanangkan seluas 100,00 ha dengan realisasi sementara sampai tanggal 13 April 2026 seluas 71,81 ha (capaian 52,00%).
Ditambahkan pula, sampai saat ini perkembangan LTT padi masih mengalami kendala di subak Buahan di Desa Buahan seluas 220,69 ha dan di subak Umakawan di Desa Bukian seluas 50,33 ha disebabkan oleh adanya perbaikan jaringan irigasi yang pelaksanaannya mulai bulan Maret 2025 yang rencananya dapat diselesaikan di bulan Nopember 2025 masih terus mengalami perbaikan di bulan Desember 2025, namun hasil perbaikan jaringan irigasi dapat terselesaikan dan dapat dipergunkan padai bulan Februari 2026. "Disamping itu, kendala yang terjadi akibat keterlambatan pengolahan lahan,keterbatasan air irigasi dan kurangnya kesiapan petani dalam memulai tanam serentak sehingga dapat mempenagruhi realisasi LTT Padi di bulan Maret 2026" jelasnya.
Penanggung Jawab LTT Kabupaten Gianyar, Agung Prijanto, SP., M.Agb memberikan solusi terkait kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan LTT padi di Kecamatan Payangan meliputi, meningkatkan koordinasi jadwal tanam, optimalisasi pengelolaan air, percepatan distribusi sarana produksi, pendampingan intensif oleh penyuluh dan sosialisasi pentingnya tanam serentak. "Dengan adanya koordinasi yang lebih intensif, diharapkan terjadi peningkatan realisasi LTT serta penurunan keterlambatan tanam. Melalui koordinasi yang baik dan penerapan solusi yang tepat, permasalahan tersebut dapat diminimalisir" jelasnya.
(I Made Sukadana dan Tim LTT Gianyar)